Perbedaan Gram dan Scroll: Gram diperdagangkan di Rp23.784 (kapitalisasi pasar Rp65,84T, volume 24 jam Rp681,35M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp360,88 (kapitalisasi pasar Rp69,07M, volume 24 jam Rp35,69M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 953,2× kapitalisasi pasar Scroll, dan suplai Scroll dibatasi (190M / 1B SCR (19%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Scroll selama 26 Hari.
| GRAM | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,84T | Rp69,07M |
Volume (24h) | Rp681,35M | Rp35,69M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 26 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token Scroll (SCR) saat ini diperdagangkan di Rp360,76 dengan sinyal teknis keseluruhan BULLISH, didukung oleh indikator ADX yang kuat. Pivot point kunci berada di Rp381, dengan support kuat di Rp360 dan resistance di Rp399. Market cap sebesar Rp68,8 juta mencerminkan token dengan kapitalisasi kecil, sementara supply yang terbatas (1 juta SCR) dan sirkulasi 19% menunjukkan potensi kelangkaan. Tidak ada update protokol besar yang dilaporkan dalam berita terkini.
Outlook jangka pendek netral-cenderung positif, dengan peluang dari momentum bullish dan supply terbatas. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi karena likuiditas rendah, potensi tekanan jual di resistance Rp399, dan eksposur regulasi crypto yang belum jelas. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem untuk konfirmasi tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →