Perbedaan Gram dan SuperRare: Gram diperdagangkan di Rp23.959 (kapitalisasi pasar Rp65,91T, volume 24 jam Rp616,95M), sedangkan SuperRare diperdagangkan di Rp210,7 (kapitalisasi pasar Rp177,86M, volume 24 jam Rp1,06T). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 370,6× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai SuperRare dibatasi (825,5M / 1B RARE (83%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan SuperRare selama 32 Hari.
| GRAM | RARE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,91T | Rp177,86M |
Volume (24h) | Rp616,95M | Rp1,06T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 825,5M / 1B RARE (83%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 32 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token RARE saat ini diperdagangkan di zona bullish dengan harga Rp230,96 dan market cap Rp190,66 juta. Sinyal teknis keseluruhan bullish (14 beli vs 6 jual) didukung oleh moving averages yang kuat. RSI menunjukkan kondisi overbought (RSI_6=88,99) namun ADX mengindikasikan tren kuat. Token memiliki sirkulasi 83% dengan hold time rata-rata 32 hari.
Outlook jangka pendek positif dengan momentum bullish, namun perlu waspada terhadap koreksi akibat kondisi overbought. Peluang utama terletak pada kelanjutan tren naik menuju resistance Rp251-266. Risiko utama adalah volatilitas tinggi dan potensi profit-taking di level overbought.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →