Perbedaan Gram dan Propy: Gram diperdagangkan di Rp24.064 (kapitalisasi pasar Rp66,17T, volume 24 jam Rp758,62M), sedangkan Propy diperdagangkan di Rp6.080 (kapitalisasi pasar Rp608,59M, volume 24 jam Rp16,85M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 108,7× kapitalisasi pasar Propy, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 100M PRO milik Propy. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Propy selama 7 Hari.
| GRAM | PRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,17T | Rp608,59M |
Volume (24h) | Rp758,62M | Rp16,85M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 100M PRO |
Typical Hold Time | 6 Hari | 7 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token PRO saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp6.072, menunjukkan sinyal teknis campuran antara bullish pada moving average dan netral pada osilator. Posisi harga berada di antara support kuat Rp6.072 dan resistance Rp6.617. Market cap mencapai Rp596,88 juta dengan volume perdagangan yang stabil, sementara rata-rata hold time 7 hari mencerminkan aktivitas trading jangka pendek.
Outlook netral dengan potensi bullish jangka pendek didukung moving average, namun momentum terbatas. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi khas crypto dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem Propy. Investor perlu memantau breakthrough level resistance Rp6.617 untuk konfirmasi trend bullish.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Propy adalah platform berbasis blockchain yang mendigitalkan sertifikat properti dan mengotomatiskan transaksi melalui smart contract. Platform ini mendukung pembayaran kripto serta mengurangi risiko fraud dan proses administratif yang panjang. Token PRO digunakan untuk reward, tata kelola, dan pembayaran biaya dalam ekosistemnya.
Selengkapnya di halaman PRO →