Perbedaan Gram dan Port3 Network: Gram diperdagangkan di Rp23.766 (kapitalisasi pasar Rp65,79T, volume 24 jam Rp681,89M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 4198,5× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai Port3 Network dibatasi (692,9M / 1B PORT3 (70%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| GRAM | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,79T | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp681,89M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 10 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
PORT3 Network saat ini memiliki kapitalisasi pasar Rp15,67 juta dengan supply yang hampir sepenuhnya tercatat beredar (692.900 dari 1 juta token). Token ini menunjukkan sirkulasi tinggi 70% namun dengan waktu hold rata-rata hanya 10 hari, mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek yang dominan. Data teknis menunjukkan volatilitas yang signifikan dengan volume trading yang perlu dipantau lebih lanjut.
Outlook keseluruhan menunjukkan token dengan likuiditas terbatas dan volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi adopsi jaringan yang lebih luas, sementara risiko utama mencakup likuiditas rendah dan volatilitas ekstrem yang khas untuk token dengan kapitalisasi pasar kecil.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →