Perbedaan Gram dan Ponke: Gram diperdagangkan di Rp23.839 (kapitalisasi pasar Rp65,68T, volume 24 jam Rp686,64M), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp258,55 (kapitalisasi pasar Rp160,35M, volume 24 jam Rp28,06M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 409,6× kapitalisasi pasar Ponke, dan suplai Ponke dibatasi (555,5M / 555,6M PONKE (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Ponke selama 12 Hari.
| GRAM | PONKE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,68T | Rp160,35M |
Volume (24h) | Rp686,64M | Rp28,06M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 555,5M / 555,6M PONKE (100%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.
Selengkapnya di halaman PONKE →