Perbedaan Gram dan Polymesh: Gram diperdagangkan di Rp24.009 (kapitalisasi pasar Rp66,17T, volume 24 jam Rp758,62M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp521,54 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 94,6× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 1,1B POLYX milik Polymesh. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| GRAM | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,17T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp758,62M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 6 Hari | 20 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
POLYX saat ini diperdagangkan di Rp525,16 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp699,51 juta dengan supply terbatas 1,1 juta token. RSI menunjukkan kondisi oversold yang bisa menjadi peluang beli, sementara level support kritis berada di Rp514.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jual dominan dengan peluang rebound teknis. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau level support Rp514 sebagai titik krusial untuk konfirmasi trend selanjutnya.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →