Perbedaan Gram dan Polygon: Gram diperdagangkan di Rp23.921 (kapitalisasi pasar Rp66,01T, volume 24 jam Rp698,87M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.325 (kapitalisasi pasar Rp14,2T, volume 24 jam Rp643,36M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Polygon, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 10,7B POL milik Polygon. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Polygon selama 71 Hari.
| GRAM | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,01T | Rp14,2T |
Volume (24h) | Rp698,87M | Rp643,36M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 6 Hari | 71 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Polygon (POL) saat ini diperdagangkan di Rp1.335 dengan kapitalisasi pasar Rp14,23 triliun. Sinyal teknis menunjukkan bias bearish jangka pendek dengan moving averages memberikan 11 sinyal jual, sementara osilator netral. Token berada di zona support kritis antara Rp1.325-Rp1.346. Hold time rata-rata 71 hari menunjukkan holding pattern jangka menengah.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan tekanan jual teknis namun fundamental jaringan yang stabil. Peluang utama terletak pada rebound dari support kuat, sementara risiko termasuk volatilitas tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi sentimen pasar kripto secara luas.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →