Perbedaan Gram dan Phala Network: Gram diperdagangkan di Rp24.166 (kapitalisasi pasar Rp66,59T, volume 24 jam Rp741,04M), sedangkan Phala Network diperdagangkan di Rp394,73 (kapitalisasi pasar Rp331,8M, volume 24 jam Rp101,28M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 200,7× kapitalisasi pasar Phala Network, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 840,5M PHA milik Phala Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Phala Network selama 31 Hari.
| GRAM | PHA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,59T | Rp331,8M |
Volume (24h) | Rp741,04M | Rp101,28M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 840,5M PHA |
Typical Hold Time | 6 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Phala Network adalah Layer Eksekusi untuk Web3 AI, memungkinkan AI berinteraksi dengan blockchain dan membuat Web3 dapat diakses oleh miliaran orang. Sistem multi-buktinya memungkinkan Anda untuk membangun AI Agent yang aman dan terintegrasi dengan smart contract menggunakan bahasa alami dan bahasa pemrograman. Agen-agen ini dapat terhubung lintas chain dan menciptakan ekonomi token yang menguntungkan. Phala Network menyederhanakan interaksi AI dengan blockchain, mendorong adopsi Web3.
Selengkapnya di halaman PHA →