Perbedaan Gram dan Pudgy Penguins: Gram diperdagangkan di Rp23.921 (kapitalisasi pasar Rp65,96T, volume 24 jam Rp692,39M), sedangkan Pudgy Penguins diperdagangkan di Rp112,9 (kapitalisasi pasar Rp7,09T, volume 24 jam Rp1,23T). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar Pudgy Penguins, dan suplai Pudgy Penguins dibatasi (62,9B / 88,9B PENGU (71%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Pudgy Penguins selama 29 Hari.
| GRAM | PENGU | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,96T | Rp7,09T |
Volume (24h) | Rp692,39M | Rp1,23T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 62,9B / 88,9B PENGU (71%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 29 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
PENGU saat ini diperdagangkan di Rp110.637 dengan kapitalisasi pasar Rp7,06T, menunjukkan sinyal teknis bullish berdasarkan moving averages meski osilator netral. Token ini memiliki supply sirkulasi 71% dengan waktu hold rata-rata 29 hari. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir. Harga saat ini berada di zona support S1 (Rp112) dan resistance PP (Rp115), menunjukkan konsolidasi jangka pendek.
Outlook keseluruhan netral-cenderung positif dengan momentum bullish dari moving averages, namun dibatasi oleh kondisi overbought ringan pada RSI. Peluang utama terletak pada potensi breakout di atas resistance Rp115, sementara risiko utama adalah volatilitas tinggi khas crypto dan ketergantungan pada sentimen pasar tanpa dukungan fundamental kuat. Investor perlu memantau volume trading dan aktivitas whale untuk konfirmasi trend.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →PENGU adalah token resmi dari Pudgy Penguins dan telah menjadi fenomena dengan salah satu komunitas paling berpengaruh di dunia kripto. Dari berbagai brand besar yang memamerkan Penguin, tampil di iklan ETF, hingga meraih jutaan pengikut dan lebih dari 50 miliar views, Pengu telah menjadi sebuah ikon. Ini adalah simbol bagi komunitas, meme, dan energi positif.
Selengkapnya di halaman PENGU →