Perbedaan Gram dan Ordinals: Gram diperdagangkan di Rp23.626 (kapitalisasi pasar Rp65,4T, volume 24 jam Rp692,03M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp62.443 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp177,49M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 49,9× kapitalisasi pasar Ordinals, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| GRAM | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,4T | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp692,03M | Rp177,49M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 36 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp23.750 dengan kapitalisasi pasar Rp65,83 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish meskipun rata-rata bergerak dan osilator netral. Token ini mengalami penguatan 7% setelah pengumuman integrasi dompet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna. Hold time rata-rata 6 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan sinyal teknis bearish memerlukan kehati-hatian. Investor harus memantau level support kritis di Rp22.973 dan perkembangan ekosistem Telegram.
ORDI menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp62.866, berada di atas pivot point Rp62.541. Moving averages mendukung tren naik, sementara osilator netral. Token telah mencapai sirkulasi penuh 21 juta dengan rata-rata hold time 36 hari. Belum ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan data CoinGecko per 2024.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto dan ketiadaan katalis fundamental baru. Peluang terletak pada breakout di atas resistance Rp63.690, sementara risiko utama adalah koreksi ke support Rp59.950 jika momentum melemah.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →