Perbedaan Gram dan OpenLedger: Gram diperdagangkan di Rp24.056 (kapitalisasi pasar Rp66,32T, volume 24 jam Rp753,51M), sedangkan OpenLedger diperdagangkan di Rp3.556 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp403,64M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 58,7× kapitalisasi pasar OpenLedger, dan suplai OpenLedger dibatasi (319M / 1B OPEN (32%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan OpenLedger selama 23 Hari.
| GRAM | OPEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,32T | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp753,51M | Rp403,64M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 319M / 1B OPEN (32%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 23 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Token OPEN saat ini diperdagangkan pada Rp3.545 dengan kapitalisasi pasar Rp1,15 triliun, menunjukkan sinyal teknis bullish berdasarkan moving averages (13 buy, 0 sell). Posisi saat ini berada di atas support kunci S1 (Rp3.454) dengan resistance terdekat di R1 (Rp3.944). RSI dalam zona netral menunjukkan ruang untuk pergerakan lebih lanjut. Tokenomics menunjukkan 32% dari total supply telah beredar dengan rata-rata hold time 23 hari.
Outlook jangka pendek cenderung positif dengan momentum teknis kuat, namun perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto. Risiko utama termasuk tekanan jual di level resistance dan sensitivitas terhadap sentimen pasar secara keseluruhan. Peluang terletak pada breakout di atas Rp3.944 yang dapat membuka ruang menuju level Rp4.119.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →OpenLedger adalah blockchain AI yang membuka likuiditas untuk monetisasi data, model, aplikasi, dan agen. Protokol ini memfasilitasi pelatihan, penerapan, dan pelacakan on-chain untuk model AI dan data khusus, sekaligus mengatasi tantangan penting terkait transparansi, atribusi, dan verifiabilitas dalam AI.
Selengkapnya di halaman OPEN →