Perbedaan Gram dan AINFT: Gram diperdagangkan di Rp23.765 (kapitalisasi pasar Rp65,37T, volume 24 jam Rp672,06M), sedangkan AINFT diperdagangkan di Rp0,0050155 (kapitalisasi pasar Rp4,97T, volume 24 jam Rp92,11M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 13,2× kapitalisasi pasar AINFT, dan suplai AINFT dibatasi (990,1T / 1.000T NFT (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan AINFT selama 18 Hari.
| GRAM | NFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,37T | Rp4,97T |
Volume (24h) | Rp672,06M | Rp92,11M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 990,1T / 1.000T NFT (100%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 18 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
AINFT menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp0,0050005 dan kapitalisasi pasar Rp4,93 triliun. Sirkulasi token hampir penuh (99,01%) dengan rata-rata hold time 18 hari. Indikator teknis seperti moving averages dan ADX mendukung tren naik, meskipun RSI dalam zona netral. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan yang dilaporkan.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto dan kurangnya data support/resistance yang jelas. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan ketergantungan pada sentimen pasar tanpa fundamental yang mendalam.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →NEFTiPEDiA adalah marketplace yang menyediakan tempat terdesentralisasi untuk menjual karya seni digital, multimedia, dan berbagai aset bernilai lainnya.
Selengkapnya di halaman NFT →