Perbedaan Gram dan Neo: Gram diperdagangkan di Rp23.896 (kapitalisasi pasar Rp65,79T, volume 24 jam Rp681,89M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.165 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp77,25M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 30,9× kapitalisasi pasar Neo, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 70,5M NEO milik Neo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| GRAM | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,79T | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp681,89M | Rp77,25M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 6 Hari | 94 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
NEO saat ini diperdagangkan di zona support kritis Rp29.704 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek, meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold yang dapat memicu rebound. Token ini memiliki market cap Rp2,11T dengan sirkulasi 70,5 juta token. Tidak ada update protokol besar yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Agustus 2026.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena tekanan jual dominan, namun level oversold RSI menawarkan peluang trading jangka pendek. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, likuiditas terbatas di pasar IDR, dan ketidakpastian regulasi kripto global. Investor harus memantau breakout di atas resistance Rp31.968 untuk konfirmasi reversal.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →