Perbedaan Gram dan Morpho: Gram diperdagangkan di Rp24.166 (kapitalisasi pasar Rp66,59T, volume 24 jam Rp741,04M), sedangkan Morpho diperdagangkan di Rp35.359 (kapitalisasi pasar Rp18,3T, volume 24 jam Rp192,35M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Morpho, dan suplai Morpho dibatasi (516,6M / 1B MORPHO (52%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Morpho selama 16 Hari.
| GRAM | MORPHO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,59T | Rp18,3T |
Volume (24h) | Rp741,04M | Rp192,35M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 516,6M / 1B MORPHO (52%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Morpho adalah platform terbuka, efisien, dan trustless untuk mendapatkan yield dan meminjam aset. Pemberi pinjaman dapat menggunakan Morpho Vaults untuk memaksimalkan yield, sementara peminjam dapat mengakses aset melalui Morpho Markets. Infrastruktur permissionless-nya memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membuat pasar, mengkurasi vault, dan membangun berbagai aplikasi. Dengan kontrak yang immutable, pasar pinjaman terisolasi, suku bunga lebih baik, dan biaya gas rendah, Morpho menghadirkan platform yang efisien, fleksibel, dan ramah pengembang.
Selengkapnya di halaman MORPHO →