Perbedaan Gram dan Mina: Gram diperdagangkan di Rp23.937 (kapitalisasi pasar Rp65,84T, volume 24 jam Rp657,54M), sedangkan Mina diperdagangkan di Rp681,77 (kapitalisasi pasar Rp878,42M, volume 24 jam Rp35,51M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 75× kapitalisasi pasar Mina, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 1,3B MINA milik Mina. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Mina selama 62 Hari.
| GRAM | MINA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,84T | Rp878,42M |
Volume (24h) | Rp657,54M | Rp35,51M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 1,3B MINA |
Typical Hold Time | 6 Hari | 62 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
MINA saat ini diperdagangkan pada Rp673,41 dengan kapitalisasi pasar Rp870,64 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan rata-rata bergerak. Meskipun osilator netral, RSI pada level 10.37 dan 23.32 mengindikasikan potensi oversold. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang tercatat dalam ekosistem Mina Protocol belakangan ini.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang muncul dari level support kuat di Rp638, sementara risiko utama adalah volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar resistance kunci Rp711 untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →