Perbedaan Gram dan Solayer: Gram diperdagangkan di Rp23.917 (kapitalisasi pasar Rp65,85T, volume 24 jam Rp729,83M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.050 (kapitalisasi pasar Rp500,55M, volume 24 jam Rp196,85M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 131,6× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 475,5M LAYER milik Solayer. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| GRAM | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,85T | Rp500,55M |
Volume (24h) | Rp729,83M | Rp196,85M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 6 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →