Perbedaan Gram dan Kaia: Gram diperdagangkan di Rp23.754 (kapitalisasi pasar Rp65,48T, volume 24 jam Rp681,09M), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp462,5 (kapitalisasi pasar Rp2,95T, volume 24 jam Rp60,2M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 22,2× kapitalisasi pasar Kaia, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 6,4B KAIA milik Kaia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Kaia selama 30 Hari.
| GRAM | KAIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,48T | Rp2,95T |
Volume (24h) | Rp681,09M | Rp60,2M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 6,4B KAIA |
Typical Hold Time | 6 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.
Selengkapnya di halaman KAIA →