Perbedaan Gram dan Jito: Gram diperdagangkan di Rp23.788 (kapitalisasi pasar Rp65,48T, volume 24 jam Rp681,09M), sedangkan Jito diperdagangkan di Rp9.901 (kapitalisasi pasar Rp5,03T, volume 24 jam Rp478,45M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 13× kapitalisasi pasar Jito, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 509,5M JTO milik Jito. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Jito selama 29 Hari.
| GRAM | JTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,48T | Rp5,03T |
Volume (24h) | Rp681,09M | Rp478,45M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 509,5M JTO |
Typical Hold Time | 6 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →