Perbedaan Gram dan IKA: Gram diperdagangkan di Rp23.804 (kapitalisasi pasar Rp66,02T, volume 24 jam Rp632,66M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp47,04 (kapitalisasi pasar Rp140,95M, volume 24 jam Rp8,04M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 468,4× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 3B IKA milik IKA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan IKA selama 3 Hari.
| GRAM | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,02T | Rp140,95M |
Volume (24h) | Rp632,66M | Rp8,04M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 3B IKA |
Typical Hold Time | 6 Hari | 3 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
IKA saat ini diperdagangkan pada Rp47.7471 dengan kapitalisasi pasar Rp142,92 juta, menunjukkan posisi netral secara teknis. Token ini memiliki waktu hold rata-rata 3 hari dengan supply beredar 3 juta IKA. Analisis teknis menunjukkan sinyal netral baik dari moving averages maupun osilator, dengan level support kunci di Rp43 dan resistance di Rp57.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang dari posisi harga yang relatif stabil, namun risiko volatilitas tinggi karena kapitalisasi pasar kecil. Investor perlu memperhatikan likuiditas terbatas dan kurangnya perkembangan fundamental terkini yang dapat mempengaruhi pergerakan harga token ini.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →