Perbedaan Gram dan Defi App: Gram diperdagangkan di Rp23.750 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp702,27M), sedangkan Defi App diperdagangkan di Rp193,32 (kapitalisasi pasar Rp820,9M, volume 24 jam Rp1,33T). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 80,2× kapitalisasi pasar Defi App, dan suplai Defi App dibatasi (4,3B / 10B HOME (44%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Defi App selama 6 Hari.
| GRAM | HOME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,83T | Rp820,9M |
Volume (24h) | Rp702,27M | Rp1,33T |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 4,3B / 10B HOME (44%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Defi App adalah super app cryptocurrency terdesentralisasi yang menyederhanakan pengalaman DeFi. Platform ini menyediakan swap lintas rantai, transaksi tanpa gas, dan manajemen aset terpadu, memungkinkan pengguna mengelola aset dan ikut dalam yield farming di berbagai blockchain tanpa memerlukan bridge atau token gas. Defi App juga menghadirkan tata kelola komunitas, di mana pemegang token HOME dapat memberikan suara untuk pembaruan dan peningkatan, memastikan ekosistem berkembang sesuai kebutuhan komunitas.
Selengkapnya di halaman HOME →