Perbedaan Gram dan Hemi: Gram diperdagangkan di Rp27.535 (kapitalisasi pasar Rp75,05T, volume 24 jam Rp897,59M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp79,14 (kapitalisasi pasar Rp77,53M, volume 24 jam Rp60,05M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 968× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Gram 2,7B GRAM dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 2 Hari dan Hemi selama 26 Hari.
| GRAM | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp75,05T | Rp77,53M |
Volume (24h) | Rp897,59M | Rp60,05M |
Suplai yang Beredar | 2,7B GRAM | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 2 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →