Perbedaan Gram dan Heima: Gram diperdagangkan di Rp23.989 (kapitalisasi pasar Rp66,08T, volume 24 jam Rp670,25M), sedangkan Heima diperdagangkan di Rp2.288 (kapitalisasi pasar Rp186,29M, volume 24 jam Rp257,29M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 354,7× kapitalisasi pasar Heima, dan suplai Heima dibatasi (81,5M / 100M HEI (82%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan Heima selama 11 Hari.
| GRAM | HEI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,08T | Rp186,29M |
Volume (24h) | Rp670,25M | Rp257,29M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 81,5M / 100M HEI (82%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 11 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
HEI saat ini diperdagangkan di Rp2.369,917 dengan kapitalisasi pasar Rp192,78 juta, menunjukkan posisi bullish berdasarkan sinyal teknis keseluruhan (13 beli vs 6 jual). Token berada di zona support S1 (Rp2.186) dengan resistance terdekat di R1 (Rp3.020). RSI netral menunjukkan momentum stabil, sementara ADX mengindikasikan tren kuat. Sirkulasi token mencapai 82% dari total supply 100 juta HEI.
Outlook jangka pendek positif dengan momentum bullish, namun perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto. Peluang terletak pada potensi breakout di atas R1, sementara risiko utama adalah likuiditas terbatas (volume rendah) dan sensitivitas terhadap sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →Sebagai perkembangan dari Litentry Network, Heima Network dibangun berfokus pada identitas yang terdesentralisasi dan solusi privasi. Dengan berdasarkan pada fondasi ini, Heima memperluas cakupannya untuk menangani manajemen aset di lintas chain dan interoperabilitas berbagai chain.
Selengkapnya di halaman HEI →