Perbedaan Gram dan The Graph: Gram diperdagangkan di Rp23.964 (kapitalisasi pasar Rp65,91T, volume 24 jam Rp616,95M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp241,63 (kapitalisasi pasar Rp2,63T, volume 24 jam Rp216,03M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 25,1× kapitalisasi pasar The Graph, dan suplai beredar Gram 2,8B GRAM dibanding 10,9B GRT milik The Graph. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Gram selama 6 Hari dan The Graph selama 96 Hari.
| GRAM | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,91T | Rp2,63T |
Volume (24h) | Rp616,95M | Rp216,03M |
Suplai yang Beredar | 2,8B GRAM | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 6 Hari | 96 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan di zona support kritis pada Rp237,24 dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak dan osilator. RSI menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi memicu rebound jangka pendek, namun tren keseluruhan masih lemah. Tidak ada berita atau pembaruan protokol signifikan yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan. Peluang rebound teknis ada di level support, namun tekanan jual masih kuat. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan ketidakpastian regulasi crypto yang dapat memengaruhi harga lebih lanjut.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →