Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Perdana Gapuraprima Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Perdana Gapuraprima Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Perdana Gapuraprima Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 427,67 M, volume 24 jam 23,21 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Perdana Gapuraprima Tbk., dan Perdana Gapuraprima Tbk. lebih aktif diperdagangkan (23,21 jt vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GPRAJAWA
Kapitalisasi Pasar
427,67 M1,87 T
Volume
23,21 jt382 rb
Lot
232,12 rb3,82 rb
Perputaran
2,32 M43,65 jt
Harga Rata-rata
99,96114,26
Nilai Transaksi
2,32 M43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
99115
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,27 rb94

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GPRA
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Perdana Gapuraprima Tbk.

PT Perdana Gapuraprima Tbk was established at Jakarta under the name of PT Perdana Gapura Mas on May 21, 1987. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 109 of Mrs. Leolin J, S.H., dated Jun 29, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, paid up capital and public offering of stock.

Selengkapnya di halaman GPRA

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA