Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alphabet Inc Class A (GOOGL) vs Jumia Technologies AG - ADR (JMIA)

Alphabet Inc Class ATrading
Jumia Technologies AG - ADRTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alphabet Inc Class A dan Jumia Technologies AG - ADR: Alphabet Inc Class A diperdagangkan di $351,66 (kapitalisasi pasar $4,24T), sedangkan Jumia Technologies AG - ADR diperdagangkan di $6,28 (kapitalisasi pasar $865,90M). Perbedaan utamanya: Alphabet Inc Class A jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Jumia Technologies AG - ADR, dan Alphabet Inc Class A membagikan dividen 0,25%, sedangkan Jumia Technologies AG - ADR tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Alphabet Inc Class A selama 85 Hari dan Jumia Technologies AG - ADR selama 28 Hari.

GOOGLJMIA
Kapitalisasi Pasar
$4,24T$865,90M
Volume
23.392.8501.695.227
Sektor
MediaConsumer Cyclical
Tertinggi 52 Minggu
$402,62$14,60
Terendah 52 Minggu
$236,59$5,69
Rata-rata Waktu Simpan
85 Hari28 Hari
Nilai Perusahaan
$4,13T$831,54M
Imbal Hasil Dividen
0,25%—

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Alphabet Inc Class A

Saham GOOGL diperdagangkan di $351,66, naik 0,33% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak dan momentum fundamental yang kuat. Perusahaan melaporkan pendapatan $402,84 miliar pada 2025 dengan margin laba bersih 32,8%, sementara analis konsensus menargetkan harga $431,83. Berita terkini menyoroti pertumbuhan AI dan kenaikan harga langganan YouTube sebagai katalis positif.

Outlook GOOGL didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang konsisten, ekspansi AI, dan valuasi P/E 17,48 yang menarik dibandingkan sektor teknologi. Risiko utama termasuk persaingan ketat di iklan digital dan tekanan regulasi. Dengan 86,75% analis merekomendasikan beli, saham ini menawarkan potensi apresiasi jangka panjang meski menghadapi volatilitas pasar.

Jumia Technologies AG - ADR

Saham JMIA diperdagangkan pada $6.28 dengan penurunan 6.82% dalam 24 jam terakhir. Secara teknis menunjukkan sinyal bearish dengan tekanan jual dominan, sementara fundamental menunjukkan perbaikan bertahap dengan revenue tumbuh menjadi $189 juta pada 2025 dan margin rugi bersih membaik dari -107% menjadi -33%. Perusahaan memperoleh suntikan modal $50 juta dari IFC yang memperkuat neraca.

Outlook: Analis konsensus bullish dengan target harga $12 (91% upside), namun risiko tinggi dari rugi operasional berkelanjutan dan volatilitas pasar. Kunci sukses terletak pada pencapaian break-even EBITDA yang ditargetkan akhir 2026 dan profitabilitas penuh pada 2027.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

GOOGL
16% Beli84% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 85 Hari
JMIA

Belum ada data sentimen.

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang Alphabet Inc Class A

Alphabet, perusahaan induk Google, memperoleh hampir 90% pendapatannya dari layanan Google, terutama iklan. Sumber lain termasuk langganan (YouTube TV, YouTube Music), penjualan platform (Play Store), dan perangkat (Pixel, Chromebook, Chromecast). Google Cloud menyumbang sekitar 10%, sementara investasi di mobil otonom (Waymo), kesehatan (Verily), dan internet (Google Fiber) melengkapi sisanya.

Selengkapnya di halaman GOOGL →

Tentang Jumia Technologies AG - ADR

Jumia Technologies AG adalah platform e-commerce lintas Afrika. Platform perusahaan ini meliputi sebuah marketplace yang menghubungkan penjual dengan pembeli. Jasa logistik mereka memungkinkan pengiriman dan pengantaran paket dari penjual ke pembeli, serta layanan pembayaran yang menfasilitasi transaksi antar pengguna aktif platform tersebut di beberapa pasar. Jumia meraup pemasukan dari penjualan barang, komisi, pemenuhan barang, layanan tambahan, serta pemasaran dan iklan. Segmen geografis mereka ada di Afrika Barat, Afrika Utara, Afrika Timur dan Selatan, Eropa, dan Uni Emirat Arab, dengan pemasukan terbanyak berasal dari wilayah Afrika Barat.

Selengkapnya di halaman JMIA →