Perbedaan GoMining dan Walrus: GoMining diperdagangkan di Rp5.091 (kapitalisasi pasar Rp2,05T, volume 24 jam Rp198,97M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp381,69 (kapitalisasi pasar Rp951,35M, volume 24 jam Rp109,33M). Perbedaan utamanya: GoMining jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Walrus, dan suplai beredar GoMining 403,6M / 403,6M GOMINING (100%) dibanding 2,5B / 5B WAL (51%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GoMining selama 14 Hari dan Walrus selama 24 Hari.
| GOMINING | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,05T | Rp951,35M |
Volume (24h) | Rp198,97M | Rp109,33M |
Suplai yang Beredar | 403,6M / 403,6M GOMINING (100%) | 2,5B / 5B WAL (51%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GoMining adalah token utilitas yang mendukung ekosistem penambangan Bitcoin, menghubungkan aset digital dengan infrastruktur dunia nyata. Pengguna dapat mengelola dan meraih hasil tambang melalui produk berbasis NFT tanpa perangkat keras. GOMINING digunakan untuk pembayaran layanan, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman GOMINING →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →