Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. diperdagangkan di Rp278 (kapitalisasi pasar 355,08 M, volume 24 jam 415,1 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp148 (kapitalisasi pasar 2,69 T, volume 24 jam 16,53 jt). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk., dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (16,53 jt vs 415,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GOLDJAWA
Kapitalisasi Pasar
355,08 M2,69 T
Volume
415,1 rb16,53 jt
Lot
4,15 rb165,29 rb
Perputaran
115,42 jt2,51 M
Harga Rata-rata
278,06151,99
Nilai Transaksi
115,42 jt2,51 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
278148
Volume Ekuilibrium Indikatif
5006,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JAWA
Lihat detail

Tentang Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk.

PT Golden Retailindo Tbk was established under its original name of PT Bima Nuansa Cempaka on May 3, 1996. PT Golden Retailindo Tbk activity is the operation of Golden Truly department stores, including the retail of clothes and accessories. Its fashion apparels are marketed under the brand name Element, which include beach wear, surf wear and skate wear.

Selengkapnya di halaman GOLD

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA