Perbedaan Goatseus Maximus dan Loopring: Goatseus Maximus diperdagangkan di Rp232,68 (kapitalisasi pasar Rp232,38M, volume 24 jam Rp37,65M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Goatseus Maximus, dan suplai Goatseus Maximus dibatasi (1.000M / 1B GOAT (100%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Goatseus Maximus selama 22 Hari dan Loopring selama 74 Hari.
| GOAT | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp232,38M | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp37,65M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 1.000M / 1B GOAT (100%) | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 22 Hari | 74 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Goatseus Maximus adalah meme coin berbasis Solana yang dibuat oleh agen AI Truth Terminal, terinspirasi dari agama meme yang dihasilkan AI yang dikenal sebagai Goatse Gospel.
Selengkapnya di halaman GOAT →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →