Perbedaan GMX dan Zerobase: GMX diperdagangkan di Rp119.481 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp38,08M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp1.561 (kapitalisasi pasar Rp491,89M, volume 24 jam Rp132,97M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Zerobase, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 315,6M / 1B ZBT (32%) milik Zerobase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Zerobase selama 5 Hari.
| GMX | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp491,89M |
Volume (24h) | Rp38,08M | Rp132,97M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 315,6M / 1B ZBT (32%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →