Perbedaan GMX dan Xterio: GMX diperdagangkan di Rp119.666 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan Xterio diperdagangkan di Rp132,37 (kapitalisasi pasar Rp27,74M, volume 24 jam Rp22,54M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 45,1× kapitalisasi pasar Xterio, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 197,3M / 1B XTER (20%) milik Xterio. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Xterio selama 11 Hari.
| GMX | XTER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp27,74M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp22,54M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 197,3M / 1B XTER (20%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 11 Hari |
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Xterio adalah ekosistem game Web3 dan publisher yang dikenal dengan keahlian pengembangan dan distribusi globalnya. Didirikan bersama para veteran industri game, Xterio bertujuan mempercepat adopsi Web3 dan AI dalam dunia game.
Selengkapnya di halaman XTER →