Perbedaan GMX dan Plasma: GMX diperdagangkan di Rp108.189 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.663 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| GMX | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 45 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →