Perbedaan GMX dan XDC Network: GMX diperdagangkan di Rp108.189 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan XDC Network diperdagangkan di Rp493,25 (kapitalisasi pasar Rp10,36T, volume 24 jam Rp120,38M). Perbedaan utamanya: XDC Network jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan XDC Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan XDC Network selama 33 Hari.
| GMX | XDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp10,36T |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp120,38M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 21B XDC |
Typical Hold Time | 45 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →XDC Network adalah blockchain kompatibel EVM yang dirancang untuk trade finance dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dengan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS), jaringan ini menghadirkan transaksi cepat, aman, dan skalabel. Sistem Layer-2 subnet memungkinkan pengguna meluncurkan side chain yang independen dan menjaga privasi, sekaligus mewarisi keamanan mainnet XDC, sehingga ideal bagi pemerintah, institusi keuangan, dan bisnis yang membutuhkan lingkungan blockchain khusus.
Selengkapnya di halaman XDC →