Perbedaan GMX dan Anoma: GMX diperdagangkan di Rp119.666 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp36,54M), sedangkan Anoma diperdagangkan di Rp199,08 (kapitalisasi pasar Rp503,3M, volume 24 jam Rp53,93M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Anoma, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 2,5B / 10B XAN (25%) milik Anoma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Anoma selama 4 Hari.
| GMX | XAN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,24T | Rp503,3M |
Volume (24h) | Rp36,54M | Rp53,93M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 2,5B / 10B XAN (25%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Anoma adalah sistem operasi terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun satu aplikasi yang dapat berjalan di berbagai blockchain. Arsitektur intent-centric-nya menyederhanakan kompleksitas infrastruktur, meningkatkan efisiensi pengembangan dan pengalaman pengguna. Anoma mendukung lapisan aplikasi terpadu yang membawa fungsi Web3 lebih dekat dengan kualitas pengalaman Web2.
Selengkapnya di halaman XAN →