Perbedaan GMX dan X Empire: GMX diperdagangkan di Rp108.550 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan X Empire diperdagangkan di Rp0,2235 (kapitalisasi pasar Rp149,46M, volume 24 jam Rp5,84M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar X Empire, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 690B / 690B X (100%) milik X Empire. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan X Empire selama 33 Hari.
| GMX | X | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp149,46M |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp5,84M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 690B / 690B X (100%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →X Empire adalah game tap-to-earn berbasis Telegram bertema Elon Musk yang dibangun di atas blockchain TON. Pemain dapat memperoleh token X dengan menyelesaikan tugas, bertempur dalam mode PvP, dan mengundang teman. Proyek ini juga menghadirkan aplikasi utilitas eksklusif untuk pemegang X, seperti Feed (pengatur konten Telegram), Langs (belajar bahasa), dan Sleep (pelacak pola tidur).
Selengkapnya di halaman X →