Perbedaan GMX dan Velo: GMX diperdagangkan di Rp119.703 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan Velo diperdagangkan di Rp57,31 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp20,96M). Perbedaan utamanya: GMX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 17,6B / 24B VELO (74%) milik Velo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Velo selama 28 Hari.
| GMX | VELO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp1,01T |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp20,96M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 17,6B / 24B VELO (74%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Velo Labs sedang membangun jaringan bursa kredit federasi yang unik. Jaringan ini didukung oleh Velo Protocol, yang merupakan protokol keuangan blockchain yang memungkinkan penerbitan kredit digital dan transfer aset tanpa batas untuk bisnis yang menggunakan sistem kontrak pintar. Misi inti proyek ini adalah memungkinkan para mitra untuk mentransfer nilai secara aman dan terjamin antara satu sama lain secara tepat waktu dan transparan.
Selengkapnya di halaman VELO →