Perbedaan GMX dan Terra USD: GMX diperdagangkan di Rp107.996 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Terra USD diperdagangkan di Rp100,05 (kapitalisasi pasar Rp561,96M, volume 24 jam Rp13,43M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Terra USD, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 5,6B / 6,1B USTC (92%) milik Terra USD. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Terra USD selama 56 Hari.
| GMX | USTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp561,96M |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp13,43M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 5,6B / 6,1B USTC (92%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 56 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →