Perbedaan GMX dan Space and Time: GMX diperdagangkan di Rp107.996 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Space and Time diperdagangkan di Rp155,48 (kapitalisasi pasar Rp218,21M, volume 24 jam Rp2,72T). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar Space and Time, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 1,4B / 5B SXT (29%) milik Space and Time. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Space and Time selama 17 Hari.
| GMX | SXT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp218,21M |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp2,72T |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 1,4B / 5B SXT (29%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Space and Time adalah blockchain yang didukung oleh Microsoft dan dirancang khusus untuk data berbukti ZK (ZK-proven data). Dengan mengandalkan Proof of SQL, sebuah koprosesor ZK berkecepatan sub-detik, Space and Time memungkinkan smart contract, agen AI, dan aplikasi onchain untuk melakukan query terhadap data onchain maupun offchain dalam skala besar—serta memverifikasi hasilnya melalui bukti kriptografi. Hal ini menghadirkan akses data yang aman, efisien, dan tanpa perlu kepercayaan di ekosistem terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman SXT →