Perbedaan GMX dan SubQuery Network: GMX diperdagangkan di Rp119.287 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 38,1× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| GMX | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 46 Hari | 3 Hari |
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →