Perbedaan GMX dan Somnia: GMX diperdagangkan di Rp119.681 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan Somnia diperdagangkan di Rp1.608 (kapitalisasi pasar Rp390,58M, volume 24 jam Rp43,46M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Somnia, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 243,2M / 1B SOMI (25%) milik Somnia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Somnia selama 33 Hari.
| GMX | SOMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp390,58M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp43,46M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 243,2M / 1B SOMI (25%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Somnia adalah blockchain Layer 1 yang kompatibel dengan EVM, dirancang untuk aplikasi real-time berskala besar di bidang gaming, sosial, metaverse, dan DeFi. Arsitektur MultiStream miliknya mampu memproses lebih dari satu juta transaksi per detik dengan finalitas sub-detik, menghadirkan skalabilitas tanpa hambatan sekaligus menjaga desentralisasi. Dengan eksekusi EVM terkompilasi, IceDB untuk latensi ultra-rendah, dan kompresi canggih, Somnia memastikan interaksi berkecepatan tinggi dan berbiaya rendah untuk aplikasi konsumen generasi berikutnya.
Selengkapnya di halaman SOMI →