Perbedaan GMX dan MyShell: GMX diperdagangkan di Rp116.821 (kapitalisasi pasar Rp1,22T, volume 24 jam Rp44,5M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,67 (kapitalisasi pasar Rp144,09M, volume 24 jam Rp81,1M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| GMX | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,22T | Rp144,09M |
Volume (24h) | Rp44,5M | Rp81,1M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →