Perbedaan GMX dan Saros: GMX diperdagangkan di Rp119.130 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp38,08M), sedangkan Saros diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp24,09M, volume 24 jam Rp10,4M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 51,9× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 3,7B / 10B SAROS (38%) milik Saros. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Saros selama 23 Hari.
| GMX | SAROS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp24,09M |
Volume (24h) | Rp38,08M | Rp10,4M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 3,7B / 10B SAROS (38%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 23 Hari |
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →