Perbedaan GMX dan Saga: GMX diperdagangkan di Rp119.666 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,72 (kapitalisasi pasar Rp94,95M, volume 24 jam Rp151,73M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 13,2× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| GMX | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp94,95M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp151,73M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 416,5M SAGA |
Typical Hold Time | 46 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →