Perbedaan GMX dan iExec RLC: GMX diperdagangkan di Rp119.465 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.754 (kapitalisasi pasar Rp414,65M, volume 24 jam Rp27,33M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar iExec RLC, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 87M / 87M RLC (100%) milik iExec RLC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| GMX | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp414,65M |
Volume (24h) | Rp36,56M | Rp27,33M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →