Perbedaan GMX dan PumpBTC: GMX diperdagangkan di Rp108.008 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan PumpBTC diperdagangkan di Rp173,05 (kapitalisasi pasar Rp87,97M, volume 24 jam Rp47,41M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 12,8× kapitalisasi pasar PumpBTC, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 509,5M / 1B PUMPBTC (51%) milik PumpBTC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan PumpBTC selama 18 Hari.
| GMX | PUMPBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp87,97M |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp47,41M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 509,5M / 1B PUMPBTC (51%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →PumpBTC adalah solusi liquid restaking untuk Babylon yang memungkinkan pemegang BTC mendapatkan imbal hasil native. Dengan menyederhanakan prosesnya, PumpBTC memudahkan staking sekaligus menghubungkan pengguna dengan operator node Babylon.
Selengkapnya di halaman PUMPBTC →