Perbedaan GMX dan Polygon: GMX diperdagangkan di Rp108.550 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.518 (kapitalisasi pasar Rp16,1T, volume 24 jam Rp829,57M). Perbedaan utamanya: Polygon jauh lebih besar — sekitar 14,2× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Polygon terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Polygon selama 68 Hari.
| GMX | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp16,1T |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp829,57M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 45 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →