Perbedaan GMX dan Phoenix: GMX diperdagangkan di Rp108.002 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Phoenix diperdagangkan di Rp284,36 (kapitalisasi pasar Rp83,04M, volume 24 jam Rp232,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 13,6× kapitalisasi pasar Phoenix, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 69,3M / 76M PHB (92%) milik Phoenix. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Phoenix selama 29 Hari.
| GMX | PHB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp83,04M |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp232,44M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 69,3M / 76M PHB (92%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Phoenix adalah infrastruktur blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberdayakan aplikasi Web3. Fokusnya adalah pada generasi berikutnya dari aplikasi Web3 yang didukung AI dan privasi. Phoenix (PHB) adalah mata uang kripto yang beroperasi di platform BNB Smart Chain (BEP20).
Selengkapnya di halaman PHB →