Perbedaan GMX dan OpenLedger: GMX diperdagangkan di Rp108.008 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan OpenLedger diperdagangkan di Rp2.674 (kapitalisasi pasar Rp820,03M, volume 24 jam Rp85,99M). Perbedaan utamanya: GMX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 309,6M / 1B OPEN (31%) milik OpenLedger. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan OpenLedger selama 22 Hari.
| GMX | OPEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp820,03M |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp85,99M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 309,6M / 1B OPEN (31%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →OpenLedger adalah blockchain AI yang membuka likuiditas untuk monetisasi data, model, aplikasi, dan agen. Protokol ini memfasilitasi pelatihan, penerapan, dan pelacakan on-chain untuk model AI dan data khusus, sekaligus mengatasi tantangan penting terkait transparansi, atribusi, dan verifiabilitas dalam AI.
Selengkapnya di halaman OPEN →