Perbedaan GMX dan Nibiru Chain: GMX diperdagangkan di Rp108.169 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M), sedangkan Nibiru Chain diperdagangkan di Rp35,29 (kapitalisasi pasar Rp55,17M, volume 24 jam Rp4,69M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 20,5× kapitalisasi pasar Nibiru Chain, dan suplai beredar GMX 10,4M / 13,3M GMX (79%) dibanding 954M / 1,5B NIBI (64%) milik Nibiru Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 45 Hari dan Nibiru Chain selama 7 Hari.
| GMX | NIBI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp55,17M |
Volume (24h) | Rp52,58M | Rp4,69M |
Suplai yang Beredar | 10,4M / 13,3M GMX (79%) | 954M / 1,5B NIBI (64%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Nibiru Chain adalah blockchain Layer 1 dan ekosistem smart contract yang inovatif, menawarkan throughput tinggi dan keamanan tak tertandingi. Nibiru berambisi menjadi ekosistem smart contract yang paling ramah pengembang dan pengguna, memimpin adopsi Web3 secara luas. Hal ini dicapai melalui inovasi di setiap lapisan teknologi, termasuk pengembangan dApp, infrastruktur, mekanisme konsensus, toolkit pengembang lengkap, dan akumulasi nilai.
Selengkapnya di halaman NIBI →