Perbedaan GMX dan Neon EVM: GMX diperdagangkan di Rp119.309 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp36,54M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,04 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 20,7× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar GMX 10,5M / 13,3M GMX (79%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| GMX | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,24T | Rp59,92M |
Volume (24h) | Rp36,54M | Rp2,27M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 46 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →