Perbedaan GMX dan Neo: GMX diperdagangkan di Rp119.287 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp38,08M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.166 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan GMX selama 46 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| GMX | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp38,08M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 10,5M / 13,3M GMX (79%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 46 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →